Misteri Kisah Marwah Daud dan ‘Mahaguru’ Palsu Taat Pribadi

Marwah Daud Ibrahim dikenal sebagai Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjenng Taat Pribadi. Pada tanggal 7 November 2016 lalu pihak kepolisian telah menemukan sosok yang dijadikan sebagai ‘mahaguru’ oleh pengasuh padepokan, Taat Pribadi.

marwah daud dan mahaguru palsu dimas kanjeng taat pribadi
Edited: Marwah Daud dan ‘mahaguru’ palsu Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Saat dikonfirmasi soal temuan sosok ‘mahaguru’ abal-abal tersebut, Marwah Daud enggan untuk berkomentar kepada wartawan selepas pemeriksaan oleh Ditreskrim Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu (9/11/2016). Menurut kuasa hukum Marwah, Herman Umar, pemeriksaan tersebut hanya untuk melengkapi pemeriksaan terdahulu, tentang kegiatan Marwah di padepokan.

“Soal itu (mahaguru) no comment” dikuti dari tribunnews, Kamis, edisi 10/11/2016

Keengganan Marwah untuk berkomentar tentang ‘mahaguru’ padepokan ini tentu membuat publik merasa penasaran. Bagaimana sebenarnya hubungan Marwah Daud dengan ‘mahaguru’ palsu Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini?

Kisah Marwah Daud Cium Tangan dan Mendapat Tasbih dari Abah Holil

Saat mengkonfirmasi tentang sosok ‘mahaguru’ palsu padepokan tersebut, pihak penyidikpun angkat bicara.

Dikisahkan bahwa Marwah Daud pernah mencium tangan dan mendapat tasbih dari Marno Sumarno alias Abah Holil, salah satu ‘mahaguru’ palsu Padepokan Taat Pribadi. Peristiwa ini terjadi saat rombongan padepokan berziarah ke makam Syaikhona Cholil, Bangkalan, Madura.

Kejadian ini bermula saat Taat Pribadi dan Marwah Daud bersama rombongan melakukan ziarah ke makam Syaikhona Cholil, Bangkalan, Madura. Sebelumnya Taat Pribadi telah menghubungi salah seorang kepercayaannya bernama SP Ramanathan alias Vijay untuk menyeting acara agar Marno Sumarno alias Abah Holil tiba-tiba muncul di tengah-tengah acara.

Marno didandani dengan pakaian serba hitam berupa jubah lengkap dengan surban untuk penutup kepala serta ratusan tasbih yang disembunyikan di balik jubahnya. Kemunculan Marno yang berjenggot putih tersebut membuat acara yang berlangsung khidmat menjadi semakin hening. Ia membuka dengan ucapan salam sembari berjalan ke tengah-tengah rombongan ziarah kemudian duduk bersila.

Tasbih Dari Makkah

Marno alias Abah Holil yang telah duduk bersila di tengah-tengah rombongan, lantas membagi-bagikan tasbih yang katanya dari Makkah. Mendengar hal tersebut, seluruh rombongan termasuk Marwah Daud pun percaya dan begitu antusias untuk menerima tasbih dari Marno satu persatu. Taat Pribadi pun turut menerima tasbih tersebut.

Sebulan setelah kejadian tersebut, Marwah Daud bertemu dengan Vijay di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dalam pertemuan tersebut, Marwah Daud menceritakan tentang tasbih yang didapatnya dari Abah Holil saat ziarah ke makam Syaikhona Cholil. Mendengar cerita tersebut, Vijay yang saat itu bertugas mengatur acara ziarah tersebut tak mampu menahat tawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *